Tingkatkan Gizi Ibu Hamil, Tim PkM Unigal Perkenalkan Program Integrasi Konservasi dan Budaya Lokal
PAMOR, CIAMIS-Melihat kebutuhan protein terhadap ibu hamil di Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang masih kurang maksimal, membuat mahasiswa hingga dosen Universitas Galuh bergerak melakukan program pengabdian agar masyarakat terutama ibu hamil memperoleh gizi yang cukup selama masa kehamilannya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)yang dilaksanakan oleh Universitas Galuh mengusung tema "Integrasi Konservasi dan Budaya Lokal dalam Pemenuhan Gizi Ibu Hamil KEK Melalui Inovasi PMT Berbasis Budidaya Ikan Lele".
Program PkM yang dilaksanakan oleh Universitas Galuh untuk memaksimalkan peran kader dan keberadaan Posyandu dalam pemenuhan kebutuhan protein ataupun gizi para ibu hamil di Desa Sukamulya. PKM ini juga dirancang sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil serta kemandirian Kader Posyandu di wilayah Desa Sukamulya.
"PkM ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus KEK pada ibu hamil di Desa Sukamulya. Survei awal menunjukkan 8,9% ibu hamil memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm, hal ini menandakan adanya masalah gizi yang perlu ditangani segera. Rendahnya konsumsi protein hewani dan kurang optimalnya pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut," ujar Ketua Tim PkM Universitas Galuh Silvia Widyani Heriyanti, S.Tr.Keb., M.Keb., dalam keterangan resmi tertulisnya kepada Pamor.co, Selasa (2 Desember 2025).
Menurutnya, Desa Sukamulya memiliki potensi sumber daya alam yang dapat diberdayakan. Terutama dalam budidaya Ikan Lele sebagai sumber protein terjangkau. Maka dari itu, pihaknya mencoba mengenalkan itu kepada masyarakat terutama para ibu hamil dan ibu-ibu kader Posyandu untuk memperoleh kebutuhan protein yang mudah terjangkau melalui sumber daya yang ada di wilayah Desa Sukamulya.
"Program yang kami lakukan dibagi dalam dua sesi. Pertama kita fokuskan pada pelatihan peningkatan kapasitas kader yang mencakup pembuatan aquaponik sederhana berbahan galon bekas untuk budidaya ikan lele, serta praktik produksi abon lele sebagai inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil. Teknologi ini dipilih karena murah, mudah dibuat, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan lahan terbatas secara produktif," tutur Silvia Widyani Heriyanti.
"Kemudian kami melakukan penyuluhan gizi kepada 30 ibu hamil, dengan fokus pada edukasi pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan, pentingnya protein hewani, serta klarifikasi berbagai mitos makanan yang masih berkembang di masyarakat. Dengan metode edukasi partisipatif, peserta diberikan pemahaman mengenai pola konsumsi yang sesuai serta cara memanfaatkan pangan lokal untuk menunjang kesehatan selama kehamilan," ucap Silvia Widyani Heriyanti menambahkan.
Menurut Silvia, secara keseluruhan kegiatan PkM ini melibatkan 60 peserta, terdiri atas 30 ibu hamil dan 30 kader posyandu, yang terbagi dalam dua sesi kegiatan. Evaluasi pre-post test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Data awal mencatat skor rata-rata pre-test sebesar 56 persem, kemudian meningkat menjadi 83 persen pada post-test.
"Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan yang diberikan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai gizi yang baik bagi ibu hamil dan pengelolaan pangan lokal berbasis lele," katanya.
Silvia Widyani Heriyanti mengatakan, pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama yang solid antara tim dosen, mahasiswa, bidan desa, serta kader posyandu. Tentunya turut didukung secara penuh juga oleh Pemerintah Desa Sukamulya. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendorong proses pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemandirian kader dan derajat kesehatan ibu hamil di wilayah setempat.
"Kedepannya, kegiatan akan dilanjutkan dengan tahap pendampingan yang lebih intensif, evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan teknologi yang telah diterapkan, serta penyusunan luaran ilmiah sebagai bentuk hilirisasi program. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sukamulya dan menjadi wujud nyata komitmen Universitas Galuh dalam memajukan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Silvia Widyani Heriyanti.
Silvia Widyani Heriyanti turut serta memberikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh atas dukungan, fasilitasi, dan pendanaan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Kontribusi tersebut memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar dan mendukung tercapainya sasaran pengabdian sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
PAMOR, PURWOKERTO- Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
PAMOR, PURWOKERTO-Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (KAFH Unsoed)
PAMOR, CILACAP - Jika selama ini coaching banyak didominasi paradigma pemikiran Barat yang kadang