Evakuasi ODGJ di Kebumen Berujung Maut, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
PAMOR, KEBUMEN - Polres Kebumen terus mendalami peristiwa yang menewaskan personel Satpol PP saat proses evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan penanganan ODGJ yang berujung fatal bagi petugas Satpol PP.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh, termasuk riwayat gangguan kejiwaan terduga pelaku. “Kami terus mendalami seluruh aspek kejadian, termasuk latar belakang pelaku, prosedur evakuasi, dan rangkaian tindakan di lapangan,” katanya, Minggu, 8 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku menunjukkan gejala gangguan jiwa sejak sekitar 2010, dengan perilaku sering berbicara sendiri dan emosi yang tidak terkontrol. Pada Maret 2023, pelaku sempat menjalani perawatan kejiwaan di RSUD Prembun selama sekitar 15 hari, kemudian tinggal di rumah singgah Doso Raso milik Dinas Sosial Kabupaten Kebumen selama tiga bulan.
Setelah perawatan tersebut, pelaku masih diwajibkan mengonsumsi obat dengan pendampingan petugas Puskesmas Alian. "Namun, dalam aktivitas sehari-hari, pelaku disebut selalu membawa senjata tajam berupa sabit atau arit, termasuk saat mandi, makan, dan tidur;" terangnya.
Pihak keluarga menyebut sebelum peristiwa terjadi, pelaku sempat mengancam akan membunuh ibu dan kakak kandungnya. Ancaman itu disampaikan, Sabtu 31 Januari 2026, setelah terjadi perbincangan mengenai pakan ternak yang disimpan pelaku. "Keluarga kemudian meminta bantuan pemdes untuk diteruskan ke Puskesmas Alian agar pelaku kembali dievakuasi ke RSUD Prembun untuk menjalani perawatan kejiwaan;" ucapnya.
Peristiwa penganiayaan yang menewaskan personel Satpol PP, MA terjadi Senin, 2 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Dukuh Krajan, Desa Krakal.
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Puskesmas Alian, tiga anggota Polsek Alian, dua anggota Koramil Alian"Serta lima personel Satpol PP, perwakilan pemerintah desa, dan juga keluarga pelaku," ungkapnya.
Saat proses evakuasi berlangsung, pelaku keluar dari rumah membawa sabit, pisau daging, dan linggis. Pelaku melawan petugas ketika hendak dimasukkan ke ambulans. Upaya melucuti senjata tidak berhasil, dan pelaku mengejar korban hingga mengayunkan sabit yang menyebabkan luka sayat serius. "Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Soedirman Kebumen, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar 30 menit setelah mendapat penanganan medis," jelasnya.
Kapolres Putu menyebut terduga pelaku saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa dr Soerojo Magelang untuk menjalani observasi kejiwaan selama beberapa hari. Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya. “Penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan kondisi kejiwaan terduga pelaku,” ujarnya.
Polres Kebumen menyatakan turut berduka atas meninggalnya korban dan mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dalam penanganan ODGJ"Dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta prosedur pengamanan yang ketat;" pungkasnya.
PAMOR, KEBUMEN- Polres Kebumen melalui Polsek Buayan mengamankan tujuh remaja yang diduga kuat akan
PAMOR, SEMARANG - Menjelang puncak Operasi Keselamatan Candi 2026, Kepolisian Daerah Jawa Tengah
PAMOR, PURBALINGGA- Taman Kota Usman Janatin Purbalingga memiliki wajah baru. Peresmian