Dari Desa ke Sekolah: Inovasi Puskesmas Maos Cilacap Taklukkan Ancaman TBC
PAMOR, CILACAP – Puskesmas Maos di Kabupaten Cilacap terus memperkuat komitmennya dalam mengatasi stunting dan tuberkulosis (TBC) melalui sinergi tim yang solid serta inovasi berbasis masyarakat. Berkat kekompakan personel, Puskesmas Maos dalam penemuan kasus aktif TB termasuk memperoleh capaian Baik, di tingkat kabupaten dalam penemuan, pengobatan, dan pencegahan kasus TBC serta penanganan stunting sepanjang 2024-2025.
Kepala Puskesmas Maos, Armiza, S.K.M., M.M., menekankan prioritas pada program yang langsung menyentuh masyarakat, sejalan dengan rencana pembangunan nasional. "Kami menjalankan program puskesmas dan nasional dengan teamwork kompak. Kekompakan,komitmen seluruh personel membuat grafik pencapaian program lebih terukur dan meningkat," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (4/2/2026).
Salah satu Kunci sukses terletak pada inovasi, khususnya program TBC dan Stunting mengusung "Selamanya Bebas Stunting,TBC Dimulai Dari Desa" (Salam Besti Muda) didukung kerjasama, kolaborasi lintas sektoral dan kebijakan terpadu. "Inovasi tak bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak. Kolaborasi essensial untuk menemukan, mengobati, dan mencegah penularan TBC," tambahnya. Selain itu, Puskesmas Maos mensukseskan inovasi Gerakan Anak Sekolah Taklukkan TBC (GERTAK TB), menjadikan anak sekolah sebagai kader keluarga melalui skema satu desa satu sekolah di wilayah rawan TBC. Langkah tersebut untuk mewujudkan strategi dari desa ke sekolah.
Baca juga :
Puskesmas Jeruklegi I Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Penyakit Melalui Program CKG Mobille
Puskesmas aktif melakukan skrining TBC dengan Tes Mantoux, Tes Darah, Tes Dahak (Bakteri Tahan Asam/BAAR), dan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna deteksi dini kasus aktif. "Satu sampel ditemukan, kami kejar secara menyeluruh dengan IK investigasi kontak, melingkar sekitar penderita, kontak kontak erat,seperti obat nyamuk. Tujuannya, pasien segera terapi dan rantai penularan terputus," jelasnya. Data desa dikawal ketat melalui pertemuan RT atau perangkat desa untuk diseminasi informasi dan solusi, meningkatkan pemahaman masyarakat.
Pencapaian ini diperkuat internal puskesmas dengan optimalisasi pelayanan melalui loket pendaftaran menjadi tiga loket, poli khusus sesuai Klaster ILP, ibu hamil, dewasa, dan lansia, serta tenaga medis pemeriksa ditambah, dari satu menjadi dua pemeriksa. Kunjungan harian rata rata 120 orang perhari melonjak sampai 250 pasca-libur, dengan target penyelesaian rata rata terselesaikan pada jam 11.30 WIB. "Pelayanan cepat, antrean minim," pungkas Armiza.
Komitmen kolektif 2024-2025 ini tak hanya tingkatkan penemuan kasus, pengumuman layanan, promosi kesehatan dan edukasi, jadikan visi misi Puskesmas Maos menjadi sahabat menuju sehat dengan pelayanan prima bagi masyarakat Maos khususnya dan Cilacap pada umumnya.
PAMOR, CILACAP - Dalam menindaklanjuti arahan Bupati Cilacap pada pelantikan beberapa waktu
PAMOR, CILACAP - Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan
PAMOR, BANYUMAS-Dalam rangka meningkatkan kapasitas layanan, kenyamanan pasien, dan mutu pelayanan,