Inflasi Purwokerto dan Cilacap di Juli 2026 Tetap Terkendali
PAMOR, BANYUMAS-Perkembangan inflasi di Purwokerto dan Cilacap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data BPS, Purwokerto mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,05% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencatatkan inflasi sebesar 0,12% (mtm) dan 2,79% (yoy). Sementara itu, Cilacap mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,06% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,44% (yoy), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 0,10% (mtm) dan 2,88% (yoy).
Secara bulanan, deflasi Purwokerto dan Cilacap tidak sedalam deflasi nasional maupun Provinsi Jawa Tengah. Secara nasional, pada Juli 2026 tercatat deflasi sebesar 0,14% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,88% (yoy), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 0,44% (mtm) dan 3,34% (yoy). Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,13% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,60% (yoy), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 0,31% (mtm) dan 2,92% (yoy).
Deflasi di Purwokerto dan Cilacap terutama ditopang oleh penurunan harga komoditas hortikultura, khususnya bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Penurunan harga tersebut sejalan dengan meningkatnya pasokan pada masa panen di sejumlah daerah sentra produksi. Penurunan harga emas perhiasan seiring dengan pelemahan harga emas global juga turut memberikan andil terhadap deflasi. Selain itu, harga telur ayam ras masih melanjutkan tren penurunan didukung pasokan yang memadai di tengah permintaan yang relatif stabil. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga bensin yang masih memberikan dampak lanjutan terhadap tarif angkutan dan biaya distribusi. Harga telepon seluler juga mengalami peningkatan di tengah masih kuatnya permintaan masyarakat terhadap perangkat komunikasi.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi Banyumas Raya terutama bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Di Purwokerto, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami deflasi sebesar 1,10% (mtm) dengan andil sebesar -0,33% (mtm). Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,34% (mtm) dengan andil sebesar -0,02% (mtm). Di Cilacap, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami deflasi sebesar 1,07% (mtm) dengan andil sebesar -0,35% (mtm). Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,56% (mtm) dengan andil sebesar -0,04% (mtm). Di sisi lain, kelompok Transportasi masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Purwokerto dan Cilacap.
Terjaganya inflasi Banyumas Raya merupakan hasil konsistensi kebijakan Bank Indonesia yang didukung oleh sinergi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Selama Juli 2026, berbagai upaya pengendalian inflasi terus dilaksanakan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasar Murah Inflasi Banyumas (SARAHSIMAS), pasar murah dalam rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III, serta pendampingan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas pangan.
Sinergi pengendalian inflasi juga diperkuat melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Banyumas untuk mengantisipasi potensi dampak El Nino. Selain itu, TPID secara konsisten menyelenggarakan rapat koordinasi mingguan bersama pedagang besar, asosiasi, dan kelompok tani, memperkuat komunikasi publik melalui forum bersama media, serta mengembangkan jaringan distribusi pangan melalui toko tani guna mendukung stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di Banyumas Raya.
Ke depan, TPID Banyumas Raya akan terus memperkuat pengendalian inflasi dalam kerangka Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung inflasi tetap terkendali dalam sasaran target nasional.
PAMOR, JAKARTA- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 optimis dicapai pada kisaran
PAMOR, JAKARTA - Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar,
PAMOR, PURWOKERTO-Inflasi di Banyumas Raya meliputi di Purwokerto dan Cilacap pada