Puskesmas Cilacap Selatan II Terus Berinovasi, Layanan Berhenti Merokok Jadi Piloting Project
PAMOR, CILACAP - Puskesmas Cilacap Selatan II menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan terus berinovasi untuk ayanan kesehatan. Salah satu inovasi terbaru adalah layanan berhenti merokok yang kini menjadi piloting project di Kabupaten Cilacap.
Layanan berhenti merokok ini dirancang untuk membantu masyarakat Cilacap yang ingin berhenti merokok dengan memberikan dukungan dan konseling yang tepat. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi puskesmas lain di Cilacap untuk mengembangkan layanan serupa.
Saat ditemui, Kepala Puskesmas Cilacap Selatan II, dr. Dewi Suniawati mengatakan pihaknya komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan.
"Pelayanan itu harus aman dan nyaman kepada masyarakat. Untuk itu kita punya prioritas untuk antrian buat disabilitas, ibu hamil, bayi dan balita," tuturnya, Selasa (20 Mei 2025).
Baca juga :
RSUD Cilacap Masuk Jaringan Layanan KJSU-KIA, Fasilitas dan SDM Semakin Mumpuni
Untuk pendaftaran layanan di Puskesmas, lanjut dia, saat ini melalui online. Hal ini untuk memangkas antrian di tempat pendaftaran. "Masyarakat yang mau berobat bisa mendaftar dari rumah H-1. Bagi yang punya BPJS bisa menggunakan JKN mobile," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Dewi menerangkan, bahwa sejak ditugaskan di Puskesmas Cilacap Selatan II, pihaknya terus berinovasi. " Saya tugas disini sejak akhir 2022. Tadinya belum banyak inovasi, saya support ke teman teman agar berani membuat inovasi inovasi di programnya masing masing," katanya.
dr. Dewi juga menjelaskan bahwa tahun 2022, Puskesmas Cilacap Selatan II lokus stunting. Dengan angka yang tinggi stuntingnya. "Kemudian muncul adanya inovasi. Waktu itu ada dari PJ Bupati, Bu Ninit hingga Bupati yang sekarang, Mas Syamsul Auliya Rachman sangat mendukung inovasi kami. Itu semuanya fokusnya di kesehatan termasuk stunting. Sehingga banyak yang berinovasi untuk mengentaskan stunting," ungkapnya.
dr. Dewi menyadari mengentaskan stunting tidak semudah membalik telapak tangan. Kendati demikian, pihak tidak pernah menyerah dan terus berinovasi. "Walaupun kadang muncul kembali karena ada kelahiran baru, kadang ada pindahan darimana yang statusnya stunting sehingga memunculkan beberapa inovasi," tuturnya.
Adapun inovasi untuk mengentaskan stunting diantaranya Sikat Anting (edukasi singkat mengatasi stunting), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ada dapur sehat atasi stunting (Dashat) di kelurahan.
"Tidak hanya itu, di kelurahan kelurahan, kita gerakan lintas sektor seperti Donate Maning (donasi telur untuk mengatasi masyarakat stunting). Dana dari puskesmas yaitu PMT, dari kecamatan ada pengumpulan telur untuk mengatasi stunting. Jadi banyak sekali inovasi yang muncul," ungkapnya.
dr. Dewi juga mengatakan ada program nasional yaitu mengatasi TBC. Menurutnya sekarang ini Cilacap Selatan menjadi kantongnya TBC karena banyak pasien TBC.
"Masih banyak yang belum terjaring, sehingga kita harus berinovasi seperti gempur TB, gebrak TB. Itu dalam rangka untuk mencari yang kontak erat dengan pasien TBC karena masyarakat masih kurang kesadarannya," jelasnya.
dr. Dewi menegaskan, untuk penyakit TBC, orang sekitarnya harus dicek dan diperiksa. Tujuannya agar yang terduga tertular dapat segera diobati. Itu harus kita cari, nah masyarakat merasa terdiskrimasi. "Wong aku ga sakit ga apa kok disuruh periksa. Makanya kita ada program sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat," katanya.
Baca juga :
PMI Banjarnegara Siagakan 80 Relawan di Jalur Mudik dan Titik Rawan
Sementara dari Poli Usaha Berhenti Merokok (UMB) dr. Fachrurrozi membenarkan layanan berhenti merokok merupakan piloting proyek di Kabupaten Cilacap. "Waktu saya ikuti pelatihan di Wonosobo tahun 2023, di Jawa Tengah sudah diimbau untuk ada layanan berhenti merokok," jelasnya.
Ia menambahkan untuk layanan berhenti merokok dijadwalkan setiap hari kamis. Untuk prosedur layanan dari tempat pendaftaran ke Poli UBM. "Sebelumnya kami lakukan sosialisasi, ada petugas yang menanyakan kepada pasien atau keluarga pasien yang berobat ke puskesmas. Apakah bapak merokok kalau dijawab iya, nanti kita tanya ada motivasi untuk berhenti merokok atau tidak. Yang jelas mereka harus punya keinginan berhenti merokok setelah ditujukan ke Poli UBM," ungkapnya.
dr. Fachrurrozi menerangkan di poli kami melakukan screening. Ada beberapa poin pertanyaan untuk mengukur tingkat kecanduan dari kategori perokok sedang, berat bahkan ada yang sangat berat. "Nah disitu memang keinginan kita kan sudah mengajukan mendapatkan alat ukur CO Analyzer untuk mengukur CO (karbon monoksida) pada paru paru, kandungan dan lingkungan," bebernya.
Lebih lanjut, dr Ozi menerangkan dengan alat tersebut pasien yang mau berhenti merokok dapat mengetahuidirinya sehat atau tidak. " Setelah diperiksa nanti pasien akan paham walaupun sehat namun karbon monoksidanya buruk," ucapnya.
dr Ozi menyadari bahwa untuk kunjungan pertama, kedua tidak bisa langsung berhenti. Namun merokoknya sudah mulai berkurang. "Alhamdulillah saat ini yang mengikuti layanan berhenti merokok ada 9 orang. Semoga masyarakat Cilacap Selatan semakin banyak yang berminat mengikuti layanan UBM," katanya.
PAMOR, BANJARNEGARA - Puncak arus mudik Lebaran tahun ini yang diprakirakan akan terjadi pada hari
PAMOR, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
PAMOR, BANYUMAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menggelar cek kesehatan gratis (CKG) dan