Melalui Caring Culture Berbasis TITA, Universitas Galuh Perkuat Soft Skill Mahasiswa Keperawatan
PAMOR.CO, CIAMIS - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Galuh atau Unigal kembali membuat inovasi dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dengan mengembangkan program International Community Engagement on Cultural Conservation. Ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan interpersonal mahasiswa keperawatan sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya.
"Program kali ini mengusung konsep TITA atau Technology for Innovative Treatment & Assessment - Based Caring Culture. Dimana ini mengintegrasikan pendidikan keperawatan, teknologi, keterampilan interpersonal, keterlibatan masyarakat, serta nilai-nilai budaya dalam proses pembelajaran," ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., MM., M.Kep., dalam keterangan resmi tertulisnya kepada Pamor.co, Selasa (6 Oktober 2026).
Dr. Tita Rohita menjelaskan, ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa keperawatan, dosen, masyarakat, organisasi budaya, serta mitra internasional, termasuk Mahsa University, Malaysia. Kolaborasi internasional tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman komunikasi lintas budaya, pertukaran pengetahuan, mentoring akademik, dan pemahaman mengenai praktik caring dalam konteks sosial dan budaya yang beragam.
Baca juga :
Mahasiswa Keperawatan Unigal Kembangkan Sistem Respon Stroke Berbasis Sekolah
"Dalam pelaksanaannya, program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, sosialisasi, orientasi budaya, pelatihan, simulasi, praktik keterampilan caring, keterlibatan langsung dengan masyarakat, pendampingan, refleksi, hingga evaluasi," tutur Dr. Tita Rohita.
Menurutnya, melalui pendekatan TITA mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Teknologi digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, dokumentasi, refleksi, serta penilaian perkembangan keterampilan interpersonal mahasiswa.
"Fokus utama program mencakup peningkatan kemampuan komunikasi, empati, kerja sama tim, sensitivitas budaya, kecerdasan emosional, sikap saling menghargai, serta perilaku caring profesional. Nilai-nilai budaya seperti saling menghormati, gotong royong, kepedulian, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama diintegrasikan dalam proses pembelajaran keperawatan.
"Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap budaya caring, kepercayaan diri dalam berkomunikasi, empati, kemampuan bekerja sama, serta apresiasi terhadap nilai-nilai budaya. Program ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, masyarakat, organisasi budaya, dan mitra internasional," ucap Dr. Tita Rohita.
Sementara itu, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh Ade Sity Riyantina, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan, kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai sumber pengetahuan budaya, fasilitator, dan mitra dalam menilai kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan serta karakteristik budaya setempat. Pendekatan ini menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian aktif dari pendidikan keperawatan.
"Program ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain model TITA-Based Caring Culture, instrumen pembelajaran dan penilaian soft skill interpersonal, laporan pengabdian, manuskrip ilmiah, bahan diseminasi, dokumentasi kegiatan, serta materi pembelajaran. Selain itu, program turut meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa, empati, kerja sama tim, sensitivitas budaya, keterlibatan mahasiswa dengan masyarakat, dan kesadaran terhadap pelestarian budaya," kata Ade Sity Riyantina.
Ade Sity Riyantina berharap ke depan, Universitas Galuh berkomitmen mengembangkan program tersebut agar dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas. Pengembangan diarahkan pada penyempurnaan model, perluasan mitra masyarakat, penguatan teknologi digital, peningkatan kolaborasi internasional, serta integrasi model TITA-Based Caring Culture ke dalam pendidikan keperawatan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Melalui program ini, Universitas Galuh menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, empati, kepedulian, sensitivitas budaya, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat secara humanis," katanya.
PAMOR, JAKARTA- – Polri melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira
PAMOR, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden
PAMOR, JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan dosen