Kapolres Kudus Pimpin Langsung Pengamanan Acara Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus
PAMOR, KUDUS - Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Menara Kudus, Minggu pagi (6/7/2025) untuk mengikuti tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus. Puncak tradisi yang sakral ini ditandai dengan pembagian sekitar 36 ribu bungkus nasi Jangkrik kepada masyarakat, dengan pengamanan ketat melibatkan 500 personel gabungan dari berbagai unsur.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo Pimpin langsung pengamanan kegiatan yang sudah menjadi warisan budaya turun-temurun ini. Ia memastikan, jalannya acara tersebut berlangsung tertib dan lancar, mulai dari rekayasa lalulintas, sterilisasi jalur hingga pembagian nasi jangkrik.
"Kegiatan pengamanan ini adalah bentuk sinergi bersama seluruh elemen, mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Banser, perangkat desa, hingga pihak Yayasan Masjid dan Makam Sunan Kudus. Semua bersatu demi kelancaran dan keselamatan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga :
Pengamanan CFD, Polresta Cilacap Patroli Sepeda dan Jalan Kaki
Untuk memastikan kelancaran, Jajaran Kepolisian melakukan rekayasa arus lalulintas di sejumlah titik rawan kemacetan seperti perempatan Jember, Kojan, Polytron dan Krandon.
Kapolres juga menyampaikan, ucapan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat akibat pengalihan arus.
"Sterilisasi jalur antrean sudah dimulai sejak Sabtu malam. Water barrier dan jalur evakuasi darurat telah disiapkan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menaati jalur antrean yang telah ditentukan demi kenyamanan bersama," jelasnya.
Sejak Pukul 03.00 dini hari, ribuan orang sudah memadati kawasan Menara Kudus. Mereka rela bermalam di emperan toko, bahkan dalam kondisi hujan demi memperoleh Nasi Jangkrik yang merupakan nasi khas berbungkus dengan daun jati dan dipercaya membawa berkah dari Kanjeng Sunan Kudus.
Nasi Jangkrik merupakan simbol sedekah dan berkah dalam tradisi Buka Luwur. Nama "Jangkrik" sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa kuno yang berarti berpadu dalam berkah. Nasi ini dibungkus daun jati dan diisi nasi putih serta daging kerbau yang menjadikannya sajian sederhana namun sarat makna spiritual.
Dahulu, nasi ini hanya dibagikan kepada para ulama dan tokoh masyarakat, namun kini dibagikan secara massal kepada warga sebagai bentuk sedekah dan amal jariyah.
"Saya datang sejak jam tiga pagi, tidur di emperan toko. Alhamdulillah bisa dapat satu bungkus nasi Jangkrik ini tradisi yang selalu saya nantikan," ungkap Ulyatun warga Kudus.
Sementara itu Arina, warga Jepara, mengaku rutin datang setiap tahun ke kegiatan seperti ini, karena percaya akan berkah Nasi Jangkrik.
"Langsung saya makan di tempat bersama teman-teman. Ini bukan sekadar nasi, tapi simbol ngalap berkah dari Mbah Sunan Kudus," katanya.
Sedangkan menurut Humas Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim menyampaikan, sebanyak 70 kambing dan 19 kerbau disembelih untuk diolah menjadi Nasi Jangkrik dan Uyah Asem. Total beras yang dimasak mencapai 9,1 ton.
"Ada dua jenis masakan, yaitu Nasi Jangkrik (nasi berkuah yang dibagikan ke tokoh dan ulama) dan Nasi Uyah Asem tanpa kuah yang dibagikan ke masyarakat umum," jelasnya.
Pendistribusian dimulai sejak Pukul 06.00 Wib dan masyarakat bisa mendapatkan nasi dengan antre langsung atau menukarkan kupon sedekah yang telah disiapkan panitia. Tradisi Buka Luwur ini bukan hanya menjadi ajang ritual tahunan, melainkan juga wujud kearifan lokal yang menguatkan nilai kebersamaan, gotong royong dan spiritualitas masyarakat Kudus.
PAMOR, PURBALINGGA- Dalam rangka peringati Hari Bhayangkara ke 79 Polsek Kalimanah Polres
PAMOR, PURBALINGGA- Sebuah Minibus dengan Nomor Polisi (Nopol) T 7906 DA yang mengangkut rombongan
PAMOR, CILACAP – Polresta Cilacap mengadakan nonton bareng (nobar) wayang kulit yang digelar