Hadapi Hoaks dan AI, Bawaslu Cilacap Bekali Pramuka Strategi Pengawasan Pemilu Berbasis Digital
PAMOR, CILACAP – Mengantisipasi tantangan demokrasi di era teknologi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Cilacap menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang melibatkan 40 anggota Pramuka. Kegiatan ini difokuskan untuk membekali generasi muda dengan strategi pengawasan pemilu berbasis digital, termasuk cara mendeteksi hoaks dan manipulasi informasi menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida (daring dan luring) sejak 23 Juli 2026 ini mencapai puncaknya pada Rabu (29/7/2026) di Aula Kwarcab Cilacap. Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap, Soim Ginanjar, menekankan pentingnya literasi digital dalam merawat infrastruktur demokrasi.
"Berfungsi dan bergerak merupakan tema P2P kali ini. Kami ingin bersama-sama para anggota pramuka membangun kesadaran dan literasi berdemokrasi untuk mewujudkan Cilacap yang lebih baik lagi di masa depan," cetus Soim.
Baca juga :
Tekankan Penguatan Pengawasan, Bawaslu Cilacap Jaga Kualitas Demokrasi
Dalam sesi pembekalan, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, yang hadir secara virtual, menyoroti pergeseran modus pelanggaran pemilu. Ia mengingatkan bahwa politik uang tidak lagi hanya berupa transfer fisik, melainkan juga berbentuk pengaruh digital yang masif.
"Bawaslu membutuhkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu di masa yang akan datang, terlebih berkaitan dengan isu pengawasan berbasis digital. Politik uang di masa depan tidak hanya berbentuk uang saja, tetapi juga penyebaran hoaks dan konten buatan AI yang sulit dibedakan keasliannya. Oleh karenanya, dibutuhkan semua pihak untuk aktif dalam pengawasan pemilu," papar Wahyudi.
Para peserta diajarkan untuk kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial dan mampu mengidentifikasi narasi-narasi yang berpotensi memecah belah atau menyesatkan pemilih.
Perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Cilacap, Sigit Widayanto, mengapresiasi inisiatif Bawaslu. Ia menilai materi pengawasan pemilu adalah kompetensi penting yang tidak diajarkan secara mendalam di kurikulum sekolah formal.
"Apa yang akan adik-adik pramuka pelajari hari ini tidak ada di buku pelajaran SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah. Nanti kalian akan dibekali pengetahuan teknis terkait pencegahan pelanggaran, penanganan pelanggaran, dan mekanisme pelaporan," ucap Kak Sigit.
Acara tatap muka tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Cilacap, termasuk Ujang Taufik, Suyatno, Any Sulistyowati, Nuryanti, dan Rizky Priambodo, yang memberikan pendalaman materi teknis.
Melalui program ini, Bawaslu Kabupaten Cilacap berharap terbentuknya kader-kader pengawas muda dari kalangan Pramuka yang memiliki integritas tinggi, melek digital, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian suara rakyat di setiap penyelenggaraan pemilu.
PAMOR, CILACAP – Polresta Cilacap melalui Polsek Cilacap Tengah dengan cepat menindaklanjuti
PAMOR, PURBALINGGA – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Unsoed di Desa Bungkanel bersama DPD
PAMOR, BANJAR – Polres Banjar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan