Menikmati Kraca Nan Nylekamin, Makanan Legendaris Ramadan dari Banyumas
PAMOR, BANYUMAS- Kraca atau keong sawah, menjadi makanan khas bulan ramadan, khususnya di Kabupaten Banyumas. Kudapan ini sangat mudah dijumpai selama Ramadan. Di luar bulan ramadan kraca tetap ada yang menjual. Namun nuansanya tetap berbeda ketika bulan puasa. Makanan ini menjadi takjil yang nylekamin saat berbuak puasa.
Wawan (34), salah seorang warga Kabupaten Banyumas mengaku menjadi penikmat kraca saat Ramadan tiba. Hampir setiap hari menu kraca yang dimasak dengan kuah pedas menjadi makanan pembuka di saat berbuka puasa. Tak hanya Wawan, sebagian besar warga di lereng Gunung Slamet itu juga menjadikan kraca sebagai menu wajib di bulan penuh maghfirah.
Baca juga :
Tujuh Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Hari Jadi Banjarnegara Ke-554
Maka dari itu, omset penjual kraca di bulan puasa naik drastis. Seperti diakui oleh Chamlani (65), penjual kraca yang cukup legendaris di Purwokerto. Warungnya beralamat di Jalan Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur. Pengakuannya, produksi kraca selama bulan puasa naik bisa sampai 10 kali lipat, dibanding bulan-bulan lainnya. Pendapatnya pun bisa mencapai ratusan juta."Kalau lagi bulan puasa seperti sekarang ini ya bisa sampai 100 kg per harinya, kalau hari biasa bukan bulan puasa paling kan 25 kg saja," katanya, Minggu (09 Maret 2025).
Chamlani menjual kraca yang sudah dimasak perkilogramnya dengan harga Rp 50 ribu, Rp 25 untuk ukuran setengah kilogram, dan bungkusan kecil dijual Rp 15 ribu."Bahkan dari 100 kilogram keong bisa langsung habis sekitar 3 jam saja," ujarnya.
Baca juga :
Warga Desa Kedunglegok Purbalingga Gelar Tradisi Nyadran Sambut Bulan Suci Ramadan
Kraca olahannya tidak hanya dia jual di warung sendiri. Namun, karena sudah cukup terkenal dengan khas rasanya, ada juga resaller yang ikut memasarkan."Kalau bulan puasa kaya gini ada yang kesini untuk dijual lagi, jadi 100 kilo itu cepat habisnya," kata dia.
Naik secara drastis permintaan pasar saat bulan puasa, menjadikan bahan baku tidak cukup didapat hanya dari wilayah Banyumas. Chamlani mengatakan bahwa stok keong sawah yang hitam itu, dia pasok juga dari Demak dan Pekalongan. "Tidak hanya dari Banyumas saja, ini kita ambil juga dari Batang dan Pekalongan," kata dia.
PSMOR, JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan
PAMOR, KABUPATEN SEMARANG - Program Konsolidasi Tanah yang dijalankan Kementerian Agraria dan
PAMOR, PURBALINGGA - Dinperindag Kabupaten Purbalingga mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu