PAMOR, CILACAP-Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Muttaqin, Desa Binangun Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap menghias kelas dengan gambar tokoh pahlawan nasional. Selain itu mereka juga mewarnai gambar pahlawan yang juga telah disiapkan. Kegiatan itu bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan.
Kepala Sekolah MI Al Muttaqin Binangun, Nur Laeli, Selasa (11/11/2025) mengatakan lewat kegiatan menghias kelas serta mewarnai gambar tokoh pahlawan, pihaknya berniat mengenalkan peran para tokoh pahlawan dengan sarana kreatif melalui seni grafis. “Harapannya, melalui seni menggambar, para siswa terpantik rasa ingin tahunya terhadap sosok pahlawan yang mereka respon secara kreatif dengan mewarnai,” terangnya.
Baca Juga :
Ratusan Warga Ramaikan Pentas Wayang Dablongan yang Digelar Polres Purbalingga
Delapan gambar tokoh pahlawan nasional Indonesia dalam bentuk cetak grafis di atas kain berukuran 50x50 cm tergantung di bawah atap ruang kelas . Masing-masing Jenderal Besar Soedirman yang mewakili sosok kemiliteran, Wage Rudolf Soepratman yang menonjol lewat seni, Ki Hadjar Dewantara yang berperan besar di bidang Pendidikan, serta Ir Soekarno, Presiden pertaman Republik Indonesia.
“Empat lainnya, dua di antaranya adalah RA Kartini dan Cut Nyak Dien sebagai wakil dari Perempuan. Sisanya Sultan Hasanuddin dan Teuku Umar sebagai sombolisasi tokoh nasional yang berjuang di era pergulatan fisik melawan penjajah. Guru kelas mengenalkan dan mengisahkan peran para pahlawan itu sebelum kegiatan mewarnai tokoh pahlawan” kata Nur Laeli.
Selain menghias kelas, juga dilakukan program mewarnai gambar pahlawan untuk siswa kelas 2. Tokoh yang dipilih yakni Presiden ke-4 Abdurrahman Wachid atau Gus Dur. Sedang gambar yang disajikan kepada siswa, yakni gambar wajah Gus Dur yang tengah melihat tarian barongsai dengan dekorasi latar belakang gambar gantungan sejumlah lampion.
“Gus Dur baru saja diresmikan sebagai pahlawan dengan perjuangan politik dan pendidikan Islam. Gus Dur juga sosok yang memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia. Kami menekankan peran kemanusian dan pluralisme itu lewat peran gus dur mencabut Inpres 14/1967 yang diskriminatif terhadap kaum Tionghoa,” kata Laeli.
Laeli juga mengatakan, dipihnya sosok Gus Dur sebagai pahlawan yang dikenalkan kepada siswa karena ketokohannya di bidang pendidikan Islam. Gus Dur diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswi sejak dini untuk memiliki mimpi besar dengan kepekaan pada nilai-nilai kemanusian.
“Kami sekolah berbasis pendidikan Islam. Peran dan sosok kepahlawan Gus Dur sangat dekat dengan kami,” ujar Laeli.
PAMOR, PURBALINGGA- Penyanyi dan pencipta lagu Pop Jawa Denny Caknan dijadwalkan bakal manggung di
PAMOR, ROMA- Bertempat di aula KBRI Takhta Suci, Roma, KBRI Takhta Suci menggelar pentas budaya
PAMOR, PURBALINGGA-Bupati Fahmi Muhammad Hanif menetapkan Batik Naga Tapa menjadi