KPK Periksa Sekda Banyumas Soal PMB Unsoed Purwokerto
PAMOR, BANYUMAS - Sekda Kabupaten Banyumas, Drs. Agus Nur Hadie S.Sos., MSi kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlangsung di Gedung Sanika Satya Wada, Satreskrim Polresta Banyumas, Selasa (22/09/2029).
Ruangan Satreskrim Polresta Banyumas tersebut diketahui digunakan penyidik KPK untuk memeriksa sejumlah saksi dalam perkara yang tengah ditangani. Pemeriksaan terhadap Sekda Banyumas Agus Nur Hadie berlangsung sekitar Pukul 10.00 hingga 15.30 Wib.
Usai menjalani pemeriksaan, Sekda Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, dirinya hadir memenuhi undangan KPK sebagai saksi.
“Sesuai undangan dari KPK, sebagai warga yang baik saya harus menghadiri. Alhamdulillah, sudah memberikan keterangan apa yang ditanyakan atau diminta KPK,” katanya kepada wartawan.
Ketika ditanya apakah pemeriksaan tersebut masih berkaitan dengan perkara dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Agus mengamini pertanyaan tersebut.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut pemeriksaan dan penggeledahan terhadap ruang kerja Agus Nur Hadie berkaitan dengan perkara dugaan korupsi PMB Unsoed. KPK sebelumnya juga menyatakan menduga Agus mengetahui adanya pemberian rekomendasi terkait calon Mahasiswa yang memberikan sejumlah uang agar dapat diterima di Unsoed.
Agus menyebut, terdapat sekitar tujuh orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dimintai keterangan.
“Kurang lebih tujuh orang,” ujarnya.
Selain Agus, sejumlah staf yang sehari-hari bekerja di lingkungan Setda Banyumas khususnya di ruang Sekda juga terlihat berada di gedung tersebut. Informasi yang diperoleh menyebut terdapat lebih dari 5 orang, terdiri atas pegawai bagian tata usaha, staf, dan ajudan. Mereka sempat keluar dari ruangan sekitar Pukul 11.00 Wib.
Sebelumnya, KPK juga telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Sekda Banyumas pada tanggal 9 dan 10 September 2026 sebagai bagian dari penyidikan perkara dugaan korupsi terkait PMB Unsoed. Dalam penggeledahan tersebut, dokumen dan telepon seluler milik Agus turut dibawa penyidik.
Saat ditanya apakah pemeriksaan yang dijalaninya telah selesai, Agus menjawab singkat.
“Belum tahu. Insyaallah, tadi saya itu dipanggil sebagai saksi,” terangnya.
Agus juga berharap proses pemeriksaan tersebut segera selesai.
“Mudah-mudahan sudah selesai,” ujarnya.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya melalui pemberitaan sebelumnya, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Beberapa yang digeledah adalah rumah 3 Wakil Rektor I, II, dan IV. Kemudian, rumah salah satu dosen, ruang Sekda Banyumas serta rumah salah satu guru SMA di Tasikmalaya. Guru tersebut diduga sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa.
Penggeledahan ruang Sekda Banyumas karena Sekda diduga mengetahui kasus tersebut.
PAMOR, KEBUMEN - Kebakaran melanda lahan Perhutani di Petak 132 B, Desa Penusupan, Kecamatan
PAMOR, CILACAP – Kebakaran lahan perkebunan karet melanda wilayah RT 02 RW 03, Dusun Nambo,
PAMOR, PURBALINGGA- Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng bersama Polres