Kunjungan Wisatawan Menurun, Pemkab Banyumas Rumuskan Solusi Bersama
PAMOR, BANYUMAS- Penurunan kunjungan wisatawan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas. Berbagai langkah dibahas untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata, mulai dari program pemberian diskon 30 persen bagi rombongan wisata hingga perumusan solusi bersama para pelaku usaha.
Upaya tersebut diluncurkan dan didiskusikan dalam Forum Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas di Convention Hall Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Selasa (20/10/2026), yang juga dirangkaikan dengan pelantikan Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata se-Eks Karesidenan Banyuma (Pebemas) periode 2026-2031.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Kusmantono menuturkan, forum diskusi pada hari ini dilakukan dalam rangka mencari akar masalah dengan kondisi penurunan kunjungan wisata di Kabupaten Banyumas secara umum.
‘’Jadi kita ingin diskusi dengan para pelaku usaha sebenarnya permasalahannya itu ada dimana dan nanti ada dialog juga untuk mencari solusi pemecahan dari kegiatan ini. Diharapkan setelah adanya kegiatan ini, pariwisata Banyumas akan lebih bergeliat setelah ada upaya-upaya baik dari pemerintah maupun dari para stakeholder,’’ujarnya.
Adapun kunjungan wisatawan ke objek wisata milik Pemkab Banyumas mengalami penurunan sekitar 36 persen dihitung sejak 2022 dan 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025.
Meski secara keseluruhan Banyumas masih berada di peringkat kelima kunjungan wisatawan di Jawa Tengah, pemerintah daerah mengevaluasi penyebab penurunan tersebut melalui temu mitra usaha pariwisata yang diikuti sekitar 90 undangan.
Menurut Kusmantono, adanya penurunan wisatawan yang terjadi salah satunya disebabkan karena adanya perubahan tren wisata, khususnya di kalangan GenZ. ‘’Kalau GenZ sekarang semangatnya menraktir bukan plesir gitu ya. Kita juga ada hasil survei dari UHB, kita akan penataan di dalam khususnya pedagang untuk di-cluster atau di-zonasi sehingga kita tidak menghalangi view yang sebenarnya diinginkan oleh pengunjung,’’ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menambah beberapa wahana khususnya yang tidak berbayar. ‘’Ini evalusi sementara dari kami, nanti di forum ini akan dibicarakan lebih lanjut,’’ungkapnya.
Sementara itu, terkait program pemberian diskon 30 persen bagi rombongan wisata, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti menjelaskan program akan dimulai per 1 November 2026 dan akan dievaluasi setelah enam bulan.
‘’Saya berharap kebijakan ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung,’’ungkapnya.
Diskon ini nantinya akan diberikan rombongan wisata yang berkunjung ke Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai.
Pada kesempatan tersebut, Lintarti juga menghimbau para pelaku usaha pariwisata lainnya untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai dengan kemampuan dan karakter usaha masing-masing.
‘’Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan, sementara pelaku usaha juga mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan,’’ucapnya.
Selain penawaran harga, menurutnya, diperlukan juuga penguatan kemitraan yang saling menguntungkan.
‘’Perlu ada komunikasi dan kesepakatan yang baik antara biro perjalanan, pengelola destinasi, hotel, restoran, dan mitra usaha lainnya, termasuk dalam penyusunan paket wisata maupun metode kerja sama,’’pungkasnya.
PAMOR, PURBALINGGA-Tersangka ABN (48) berhasil diamankan berikut penadahnya dalam kasus
PAMOR, PURBALINGGA- Jajaran pengurus dan kader Partai Golkar Purbalingga melakukan ziarah ke Taman
PAMOR, PURBALINGGA-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri, Polres