GP Ansor Anugerahkan Penghormatan Martabat Kemanusiaan untuk Mendiang Paus Fransiskus
PAMOR, YOGYAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor memberikan anugerah Penghormatan Martabat Kemanusiaan kepada pemimpin umat Katholik dunia Paus Fransiskus yang telah wafat. Anugerah tersebut diserahkan bersamaan dengan momentum pelantikan Pimpinan Wilayah GP Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Universitas Nahdlatul Ulama, Sabtu (26/4/2025).
Anugerah tersebut diserahkan langsung Ketua Umum GP Ansor H Addin Jauharudin kepada pegiatan kerukunan dan kemanusiaan dari Keuskupan Malang Rm Fadjar Tedjo Soekanro Pr. Dalam kesempatan itu Addin Jauharuddin menyampaikan penghargaan tersebut diberikan oleh GP Ansor yang memiliki anggota 8 juta orang pemuda Islam. Penghormatan ini adalah bentuk cinta kasih GP Ansor kepada Paus Fransiskus, yang dikenang bukan hanya sebagai pemimpin agama Katolik, tetapi juga sebagai jembatan perdamaian dunia.
"Ini adalah bentuk kecil cinta kasih Ansor untuk Paus Fransiskus. Beliau bukan hanya soal kepemimpinan agama, tapi simbol perdamaian dunia. Dan berharap anugerah penghormatan yang kecil ini dibawa ke Vatikan untuk diserahkan," ujar Addin.
Baca Juga :
100.000 Anggota Ansor Resmi Dikukuhkan Jadi Patriot Ketahanan Pangan
Addin menyinggung berbagai inisiatif Paus Fransiskus dalam mendorong gencatan senjata dan penghentian agresi, terutama di wilayah konflik seperti Palestina. Ia juga mengingatkan tentang momen bersejarah saat Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia dan melewati "terowongan cinta" yang menghubungkan antara Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal, sebagai simbol kuat persaudaraan lintas agama.
Addin mengungkapkan, sepuluh hari sebelum kunjungan Paus ke Indonesia, ia bersama pimpinan organisasi pemuda lintas agama beraudiensi ke Vatikan dan beraudiensi dengan Paus Fransiskus pada 21 Agustus 2024. Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus secara khusus menandatangani dokumen untuk Ansor.
Dokumen itu berisi pesan agar Ansor terus menjadi lokomotif perdamaian, tidak hanya di Indonesia, melainkan juga untuk dunia. Selain itu, Paus Fransiskus juga membubuhkan tanda tangan pada kertas Deklarasi Jakarta – Vatikan yang ditandatangani oleh para Ketum yakni GP Ansor, Pemuda Muhammmadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Kristen GAMKI, Pemuda Hindu, dan Pemuda Konghucu GEMAKU.
"Pemikiran dan perjuangan beliau tak boleh berhenti meski beliau wafat. Harus dilanjutkan oleh anak-anak bangsa lintas iman untuk terus menjadi jembatan perdamaian," tegas Addin.
Baca Juga :
100.000 Ansor Patriot Ketahanan Pangan Dikukuhkan Pada Harlah Ansor ke-91 di Purwokerto
Addin berharap dirinya dapat mengantarkan Plakat 'Anugerah Penghormatan Martabat Kemanusiaan' untuk Paus Fransiskus tersebut ke Vatikan. Sementara itu, Rm. Fadjar Tedjo Soekarno yang menerima anugerah tersebut atas nama mendiang Paus Fransiskus, mengaku terharu. Ia mengatakan, kehadirannya semula hanya untuk menghormati acara pelantikan, namun tidak menyangka akan ada momen spesial ini.
"Sebenarnya hari ini adalah misa pemakaman Paus Fransiskus. Tetapi demi kemanusiaan, saya datang ke sini. Dan di luar dugaan, ada penghargaan untuk beliau. Ini sangat mengharukan," ujar Rm. Fadjar.
Rm. Fadjar mengenang keterlibatannya bersama GP Ansor dalam mendukung Dokumen Abu Dhabi— sebuah deklarasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan, bukan hanya keagamaan. Ia menegaskan bahwa penghormatan ini merupakan pengakuan atas upaya konsisten GP Ansor dalam memperjuangkan kemanusiaan dan perdamaian lintas agama
."Satu kata yang saya tangkap dari sambutan Gus Addin: Ansor harus peduli. Kata 'peduli' ini adalah jembatan besar bagi kemanusiaan," tutur Rm. Fadjar, dengan suara bergetar.
Ditambahkan Rm Fadjar, momen penghormatan kepada Paus Fransiskus di acara Ansor ini tak hanya menjadi simbol penghargaan terhadap sosok pemimpin dunia yang humanis dan sederhana, tetapi juga meneguhkan komitmen GP Ansor untuk terus merawat nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan di tengah tantangan zaman.
Dalam anugerah yang berbentuk plakat ini tertulis „Penghormatan Martabat Kemanusiaan Untuk Paus Fransiskus.“ Di bawah ungkapan tersebut, ada tulisan dalam bahasa Itali yakni,“ Il rispetto della dignita umana per Papa Francesco“ – yang artinya sama dengan ungkapan berbahasa Indonesia di atasnya.
Kedua tulisan itu diakhiri dengan Yogyakarta, Indonesia, 26 Aprile 2025 – H. Addin Jauharudin / Il capo generale.Sementara itu, pendiri dan Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) AM Putut Prabantoro, mengatakan pemberi dan penerima anugera merupakan sahabat. Persahabatan antara Addin dan Rm. Fadjar memang karena Paus Fransiskus.
"Ini berawal dari pertemuan mereka sebagai satu rombongan yang akan berangkat ke Vatikan untuk beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Jumlah rombongan adalah 22 orang dan mereka beraudiensi langsung dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada 21 Agustus 2024,” ungkapnya.
Menurut Putut, bersama Mayong Suryo Laksono yang juga dari PWKI, dirinya mendampingi rombongan organisasi pemuda lintas iman dalam kunjungan tersebut.
PAMOR, BOGOR - Aster Panglima TNI Mayjen TNI Mohammad Naudi Nurdika, S.I.P., M.Si.,
PAMOR, BANYUMAS - Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono MM menyambut hangat dan ikut
PAMOR, BANYUMAS - Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-91 yang