Dubes RI Untuk Takhta Suci Minta WNI Yang Ke Italia dan Vatikan Lapor ke KBRI
PAMOR, ROMA-Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono mengingatkan, demi keselamatan dan kelancaran peziarahan ,kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkunjung ke Italia dan Vatikan hendaknya melaporkan kedatangannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Untuk Takhta Suci ataupun KBRI Untuk Italia di Roma.
“Tidak harus menemui kami di KBRI, tetapi melaporkan kedatangannya adalah hal yang sangat penting. Jika ada masalah KBRI Takhta Suci bekerjama sama dengan KBRI Italia bisa segera menanganinya,” tutur Dubes Trias Kuncahyono kepada Delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yang menemuinya di Kantor KBRI di via Marocco 10, EUR, Italia, Senin (24/11/2025) waktu setempat.
Baca Juga :
Penanda 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Perangko Baru Indonesia-Takhta Suci Diluncurkan
Rombongan PWKI yang menemui Dubes Trias Kuncahyono berjumlah 9 orang dipimpin oleh Penasihat PWKI selaku Ketua Delegasi CF Mayong Suryo Laksono, dan didampingi Penasihat sekaligus Pendiri PWKI AM Putut Prabantoro. Turut mendampingi PWKI adalah Rm Agus Manuk Keluli OCD, pastor yang 10 tahun terakhir berkarya di Italia.
Dalam pertemuan tersebut, Trias Kuncahyono didampingi oleh Pejabat Fungsi Pensosbud / Konselor Haryadi Satya, dan Sekretaris Dubes Hari Wahono Patriadi, serta dua mahasiswi Indonesia asal Jakarta yang tengah magang di KBRI Vatikan, Astrid dan Stefanie.
Menurut Trias Kuncahyono, banyak kasus terjadi di tahun Yubileum saat jutaan wisatawan termasuk ribuan dari Indonesia yang berkunjung ke Italia untuk berziarah. Dari kasus-kasus tersebut, dirinya terdorong untuk menghimbau setiap peziarah, pastor pendamping dan tour penyelenggara ziarah untuk melaporkan diri ke KBRI Untuk Takhta Suci. Kasus itu antara lain meliputi, kecopetan, kehilangan paspor, mendadag sakit serius ataupun meninggal dunia.
“Pernah ada wisatawan dari Indonesia mendadak sakit serius dan harus mendapat perawatan khusus tetapi ditinggalkan rombongan turnya di hotel atau di rumah sakit. Pihaknya hanya dapat memberitahu keluarganya di Indonesia. Beruntung sebelumnya keluarga peziarah mencari informasi dan oleh temannya disarankan untuk menghubungi KBRI. Begitu terima info, kami segera berkordinasi mendatanginya dan mengantar ke rumah sakit dan membantu semua yang diperlukan hingga sembuh,” beber Trias.
Yang sering terjadi dan butuh bantuan KBRI, Trias bercerita, kehilangan paspor. Seorang ibu kecopetan tas dan hilang paspornya langsung memberitahukan ke KBRI dan hari itu juga pihaknya bisa membuatkan paspor yang baru. Dan, masiih banyak kasus-kasus yang lain.
Belajar dari banyak kasus yang terjadi, KBRI Untuk Takhta suci kemudian terdorong untuk mengeluarkan imbauan tersebut. Dan dalam konteks ini, penyelenggara tour ataupun ziarah tidak bisa lepas tangan. Mereka harus juga bertanggung jawab terhadap peserta tour yang terkena musibah. Misalnya, penyelenggara tour harus mengecek asuransi perjalanan, besarnya pertanggungan dan hari yang dipertanggungkan.
BUKU 75 TAHUN HUBUNGAN DIPLOMATIK
Dalam kesempatan tersebut, Mayong Suryo Laksono selaku ketua delegasi menjelaskan kepada Dubes Trias terkait sejumlah agenda kunjungan PWKI ke Vatikan, antara lain, proses pembuatan buku 75 Tahun Hubungan Diplomatik RI Dan Takhta Suci, update perkembangan kerja sama dengan Vatican News, dan mengikuti audiensi umum dengan Paus Leo XIV, serta bertemu dengan para romo dan suster yang berkarya di Italia, yang tergabung dalam IRRIKA (Ikatan Rohaniwan/Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi Roma-Italia).
Kunjungan PWKI ke Vatikan pada November ini merupakan kunjungan yang keempat kali secara rombongan. Kunjungan pertama terjadi pada November 2022. Dalam kesempatan pertama tersebut PWKI bertemu dengan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dan Presiden Dikasteri Dialog Antaragama yang saat itu dijabat (alm) Kardinal Miguel Ayuso, serta diterima oleh mendiang Paus Fransiskus..
Kunjungan kedua terjadi pada April 2024. Saat itu, PWKI bertemu dengan Dikasteri Komunikasi Vatikan yang dipimpin langsung oleh Presiden Dikasteri Komunikasi Vatikan Paolo Ruffini dan didampingi Andrea Tornielli yang menjabat sebagai Direktur Editorial untuk Dikasteri Komunikasi (Organisasi Induk dari Vatican News) serta Andrea Moda yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Koran “Osservatore Romano”. PWKI juga berkesempatan bertemu dengan Kantor Pusat Pers Tahta Suci, bagian dari Dikasteri Komunikasi yang khusus meliputi kegiatan kepausan. Dalam pertemuan ini, PWKI diterima oleh Wakil Direktur Kantor Pusat Pers Takhta Suci, Cristiane Murray, yang didampingi pejabat lain Salvatore Scolozzi.
Sedangkan kunjungan ketiga, pada saat PWKI mendampingi delegasi pengurus pusat organisasi kepemudaan lintas agama pada 21 Agustus 2024. Kunjungan tersebut dilakukan sepuluh hari sebelum Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia. Hadir dalam kunjungan tersebut adalah GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Kristen GAMKI dan Pemuda Hindu Peradah.
Perbincangan Dubes Trias dengan Delegasi PWKI berlangsung selama dua jam dan diwarnai dengan penuh keakraban serta kekeluargaan. Pertemuan ditutup dengan penyerahan cinderamata yang diserahkan oleh mitra PWKI Endang Sulistijani yang didampingi Bernadet K Setiarini dan Catharina Ratna E Astuti
PAMOR, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)
PAMOR, JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),
PAMOR, JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),