Cegah Bencana Besar, Polsek Cipari Gagalkan Potensi Kebakaran Meluas di Cisuru
PAMOR.co,CILACAP – Aksi cepat dan sigap dari personel Polsek Cipari berhasil mencegah kobaran api di sebuah pangkalan kayu milik warga meluas ke area permukiman dan lahan pertanian di sekitarnya. Insiden yang terjadi di Dusun Banjarja, Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, pada Minggu (14/9/2026) sore itu sempat mengkhawatirkan warga lantaran hembusan angin kencang yang berpotensi memperbesar skala kebakaran.
Laporan pertama diterima Polresta Cilacap melalui layanan darurat sekitar pukul 15.35 WIB. Mengetahui lokasi kejadian berada di dekat pemukiman padat dan lahan kering, Polsek Cipari segera mengerahkan anggota untuk menuju titik lokasi tanpa menunggu lama.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati tumpukan kayu bakar setinggi beberapa meter tengah dilalap api. Kondisi ini menjadi sangat kritis karena posisi pangkalan kayu yang berbatasan langsung dengan lahan milik warga lain. Angin yang bertiup cukup kencang saat itu dikhawatirkan akan membawa bara api dan menjalarkan kobaran ke area yang lebih luas.
Baca juga :
“Begitu mendapat laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya dan mengambil langkah penanganan. Situasi seperti ini memang harus segera direspons agar api tidak berkembang lebih luas,” kata Kasi Humas Polresta Cilacap, AKP Wendi Andranu, S.T.K., S.I.K, Selasa (15/9/2026).
Melihat intensitas api yang semakin membesar, personel Polsek Cipari tidak hanya bertindak sebagai pengawas keamanan, tetapi langsung turun tangan membantu proses pemadaman. Mereka berkoordinasi erat dengan Unit Damkar dari Sidareja dan Majenang, serta melibatkan warga setempat dalam upaya ground fire fighting.
Pemadaman dilakukan menggunakan armada water tank dari Damkar untuk menyiram titik api utama, sementara bagian-bagian tumpukan kayu yang sulit dijangkau selang dipadamkan secara manual oleh anggota polisi dan relawan warga. Fokus utama penanganan adalah membuat sekat api di sisi yang berbatasan dengan lahan warga agar tidak terjadi merembet.
“Anggota tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi ikut membantu proses pemadaman bersama petugas Damkar dan masyarakat. Bagian yang masih terbakar kami tangani agar kobaran bisa segera dikendalikan,” ujar Wendi.
Upaya kolaboratif tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Sekitar pukul 18.30 WIB, api dinyatakan padam total. Namun, personel Polsek Cipari tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melakukan penyisiran menyeluruh (cooling down) pada tumpukan kayu dan area perbatasan untuk memastikan tidak ada sisa bara atau hotspot yang masih menyala di bawah timbunan kayu.
“Setelah api berhasil dipadamkan, kami tidak langsung meninggalkan lokasi. Anggota melakukan pengecekan di sekitar tumpukan kayu dan area yang berbatasan dengan lahan warga untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan api baru. Ini penting supaya kebakaran benar-benar selesai dan tidak merembet setelah petugas meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan awal, sekitar 70 meter kubik kayu bakar hangus terbakar dalam insiden ini. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10,5 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Hasil penyelidikan sementara di lapangan menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar area pangkalan kayu yang tidak terpantau dengan baik. Api dari sampah tersebut kemudian terbawa angin dan mengenai tumpukan kayu kering yang mudah terbakar.
Hingga malam hari, personel Polsek Cipari masih tetap siaga melakukan pemantauan berkala di lokasi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekitar dari risiko kebakaran susulan.
PAMOR, CILACAP – Semangat gotong royong kembali terbukti menjadi kunci keberhasilan
PAMOR, CILACAP - Polresta Cilacap memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai
PAMOR, PURBALINGGA – Krisis air bersih akibat dari kemarau yang berkepanjangan berdampak di