Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral, Puskesmas Cilacap Selatan II Gelar Lokakarya Mini Triwulan
PAMOR, CILACAP – Puskesmas Cilacap Selatan II menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Cilacap Selatan ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis, termasuk Camat Cilacap Selatan, Agus Santoso, S.STP, M.Si, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Forkopimcam, serta mitra kerja seperti PT SBI Tbk, Rumah Sakit Pertamina, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Acara dimulai dengan paparan data capaian program kesehatan oleh Kepala Puskesmas Cilacap Selatan II, dr. Dewi Suniawati. Paparan tersebut menjadi dasar bagi diskusi kelompok yang menghasilkan sejumlah rekomendasi praktis untuk perbaikan layanan. Rekomendasi utama meliputi peningkatan frekuensi kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, penguatan peran kader Posyandu dalam pemantauan gizi balita, serta penyusunan jadwal imunisasi "jemput bola" untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses khususnya penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC).
Baca juga :
Menanggapi hasil lokakarya, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung implementasi rekomendasi melalui pendampingan teknis serta alokasi sumber daya jika diperlukan. "Sinergi lintas sektor sangat penting untuk mencapai target kesehatan masyarakat, khususnya dalam penurunan angka stunting dan peningkatan cakupan imunisasi," katanya.
Saat ditemui usai lokakarya mini, Kepala Puskesmas Cilacap Selatan II, dr. Dewi Suniawati, menjelaskan bahwa forum ini berfungsi sebagai wadah konsultasi publik dan bentuk keterbukaan pelayanan kepada masyarakat. "Ini adalah wadah untuk memasukkan saran maupun harapan dari masyarakat demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih cepat, ramah, dan profesional. Kami berharap terjalin komunikasi dua arah sehingga pelayanan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
dr. Dewi menambahkan bahwa masukan dari forum ini akan menjadi bahan evaluasi penting. "Harapannya, melalui konsultasi publik ini, masyarakat juga dapat memahami target program prioritas nasional di bidang kesehatan, sehingga mampu mandiri melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tambahnya.
Sementara itu, Camat Cilacap Selatan, Agus Santoso, S.STP, M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menindaklanjuti hasil rakor. Ia menyoroti beberapa isu prioritas yang dibahas, seperti penanganan Tuberkulosis (TBC), stunting, serta edukasi kesehatan bagi remaja.
"Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan dan merencanakan langkah ke depan. Penekanan kita ada pada TBC, stunting, dan edukasi remaja. Hasil rakor ini harus kita tindaklanjuti dengan turun bersama ke lapangan," ujar Agus Santoso.
Camat mengajak seluruh unsur, mulai dari Forkopimcam, puskesmas, organisasi wanita seperti Muslimat dan Aisyiyah, hingga kelurahan Cilacap dan Tegalkamulyan, serta didukung oleh PKK, Persit, dan Darma Wanita, untuk bergotong royong ("keroyok bareng") meningkatkan derajat kesehatan di wilayahnya.
"Harapannya, semua permasalahan kesehatan bisa kita upayakan untuk terselesaikan. Yang terpenting adalah derajat kesehatan di Cilacap Selatan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Selatan II, bisa meningkat. Kepada masyarakat, jangan lupa untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat karena kesehatan adalah hal yang paling utama bagi kita semua," katanya
PAMOR, CILACAP – Warga Cilacap dan sekitarnya punya kabar bahagia. Layanan Catheterization
PAMOR, JAKARTA-Gangguan asal lambung bisa menjadi kendala selama menjalani ibadah puasa Ramadan.
PAMOR, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB)