Dukung Swasembada Pangan, Dispertan Cilacap Optimalkan Luas Tambah Tanam
PAMOR, CILACAP - Pemerintah Kabupaten Cilacap melalu Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mengoptimalkan luas tambah tanah (LTT) untuk mewujudkan swasembada pangan.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto melalui Kabid Tanaman Pangan Dispertan Cilacap, Budi Kuspriyatno menyampaikan, Cilacap menjadi salah satu penyumbang komoditi padi di Jawa Tengah.
Hal tersebut yang menjadikan Kementrian Pertanian menggenjot Kabupaten Cilacap di bidang pertanian dengan meningkatkan luas tambah tanam (LTT).
"Sampai Agustus sudah 235.242 ton beras surplusnya, makanya Cilacap digenjot istilah kata katanya seperti itu," katanya, Rabu, (10/9/2025) di kantornya.
Baca Juga :
Didominasi Usia Produktif, Pasien HIV/AIDS di Cilacap Tembus 1.080 Orang
Kebetulan kemarin, lanjut dia, ada tamu dari pusat staf ahli menteri pertanian hari Rabu tanggal 3 September 2025 datang kesini yang intinya ngecek kondisi lahan dan air di Cilacap seperti apa, karena untuk peningkatan LTT di musim tanam (MT) ini.
"Pak Dirjen sudah pernah kesini, dan menanyakan apa permasalahan Kabupaten Cilacap, salah satunya di pesisir itu sekitar 5.000 hekter sawah yang terdampak oleh air asin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi menuturkan, dengan adanya air asin itu tumbuh gulma prepetan (purun tikus), kalau di kementerian jika dilihat dari satelit seperti tanaman padi karena sama-sama hijau, padahal itu sebenarnya rumput liar dan tidak mungkin dipanen, wong namanya rumput, itu harus diolah lagi bagaimana caranya.
"Pada waktu kunjungan Pak Dirjen, beliau kita bawa ke Kecamatan Patimuan, dan Kawunganten untuk melihat prepetan (purun tikus), karena salinitasnya tinggi. Salinitas itu air yang mengandung garam yang tinggi. Kebetulan tadi bersamaan dengan kepala Badan perakitan dan modernsasi pertanian (BRMP Lingkungan), Pak Lutfi selaku kepala dan penanggung jawab LTT Cilacap, karena Cilacap termasuk besar beliau sangat antusias," bebernya.
Budi mengungkapkan bahwa Dirjen sudah tiga hari di Cilacap mulai hari Senen sampai Rabu. Hari Senen kunjungan ke Sampang melihat aliran air yang ada di pintu irigasi Sampang, kemudian Selasanya Dirjen ke Nusakambangan.
"Harusnya Pak Wamen, tapi karena urgensi pak Wamen kembali ke Jakarta. Pak Dirjen di sini dalam rangka memberikan semangat untuk lebih meningkatkan luas tambah tanam bisa dengan peningkatan Indeks Pertanian (IP) yang tadinya hanya satu kali tanam atau dua kali tanam itu jadi tiga berarti logikanya produksinya meningkat atau menambah. Yang tadinya panen satu kali jadi panen dua kali, yang dua kali panen jadi tiga kali panen. Harapan pemerintah pusat itu ditingkatkan IPnya," ucapnya.
"Untuk setiap tahun ada target, tahun ini kita ditarget oleh pusat itu 151 ribu hektar dengan asumsi kita luas lahan sawahnya itu 67 ribu hektar. Itu kalau kali dua saja hanya 134 ribu hektar. Harapannya di musim tanam ketiga tercapai," tambahnya.
Budi menegaskan, permasalah di Kabupaten Cilacap ada sekitar 5 ribu hektar lahan salin yang tidak bisa dipanen sampai tiga kali. Paling dua kali, itupun baru tahun ini. Ia mencontohkan di daerah Kawunganten ada padi salin.
"Itu kalau musim tanam satu cukup bagus, biasanya agak mundur karena musim hujan dan menunggu sawah yang tidak banjir, dan MT yang kedua bisa kemarin, karena kita kasih semangat terus, makanya bisa naik produksi," jelasnya.
Diungkapkan, bahwa dengan target 151 ribu hektar, kita sudah buat target perbulannya. Untuk target bulan ini ditarget oleh pusat 4500 hektar, tapi sebetulnya kita punya target sendiri itu hanya sekitar 2.288 hektar"
"Tadi Pak Dirjen bicara 6 ribu hektar untuk Cilacap, kalau Cilacap sudah bisa 6 ribu Jawa Tengah naik harapannya ditekel Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa barat cukup untuk tingkat nasional. Bahasanya ketahanan pangan komoditi padi cukup dari Jawa," katanya
PAMOR, PURBALINGGA - Satreskrim Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus Curanmor di salah
PAMOR, KEBUMEN - Polres Kebumen menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng” bersama warga
PAMOR, BANYUMAS- Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok Polresta Banyumas, Aiptu Untung Faerudin, S.H.,