PKM Unigal Beri Edukasi Gizi Sensitif Budaya ke Ibu Hamil Beresiko KEK di Desa Sukamulya
PAMOR.co, CIAMIS - Rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan masih adanya praktik pantangan makanan selama kehamilan serta belum optimalnya dukungan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, menggerakan Dosen Program Studi Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Galuh turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada Ibu Hamil yang berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Program ini selaras dengan misi universitas yakni berkontribusi pada ilmu pengetahuan dan inovasi. Ini yang coba dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Galuh dibawah pimpinan Bdn. Silvia Widyani Heriyanti, S.Tr.Keb., M.Keb., selaku Ketua Tim Pelaksana.
Tim PkM Universitas Galuh kali ini memilih Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, sebagai lokasi untuk mengabdikan diri ke masyarakat melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan, ini sekaligus memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan yang mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat.
"Kegiatan PkM ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya ibu hamil yang berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang, masih adanya praktik pantangan makanan selama kehamilan, serta belum optimalnya dukungan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan perlu dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga memperhatikan budaya lokal agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat," ujar Ketua Tim PkM Universitas Galuh Bdn. Silvia Widyani Heriyanti, S.Tr.Keb., M.Keb., dalam keterangan tertulis kepada Pamor.co, Sabtu (4 Juli 2026).
Baca juga :
Kolaborasi Dosen Unigal dan MAHSA University Malaysia Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Cegah Anemia
Sebelum pelaksanaan kegiatan, kata dia, tim PkM melakukan koordinasi bersama pemerintah desa, bidan desa, dan kader Posyandu untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta menyusun strategi pelaksanaan program. Kegiatan kemudian dilaksanakan pada 26 Juni 2026 melalui dua sesi utama.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pada sesi pertama difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu. Melalui pelatihan mengenai edukasi gizi sensitif budaya, pemanfaatan modul dan leaflet sebagai media edukasi, serta penguatan teknik komunikasi dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil. Selanjutnya, sesi kedua diisi dengan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai pencegahan KEK, pemenuhan gizi selama kehamilan, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pemanfaatan pangan lokal bergizi, serta klarifikasi berbagai mitos dan pantangan makanan yang masih berkembang di masyarakat.
"Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini diikuti oleh 25 peserta. Terdiri atas 15 orang ibu hamil dan 10 orang kader Posyandu. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi diskusi mengenai pengaruh budaya terhadap pola makan ibu hamil. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata meningkat dari 61 persen pada pre-test menjadi 86 persen pada post-test.
"Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi gizi sensitif budaya mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan serta memperkuat kemampuan kader Posyandu dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat," kata Bdn. Silvia Widyani Heriyanti, S.Tr.Keb., M.Keb., yang juga bertugas sebagai Dosen di Program Studi Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Galuh.
Pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama yang solid antara tim dosen, mahasiswa, bidan desa, kader Posyandu, serta dukungan Pemerintah Desa Sukamulya. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program sekaligus memperkuat peran kader sebagai pendamping ibu hamil di masyarakat.
"Kedepan, kegiatan akan dilanjutkan melalui pendampingan secara berkala, monitoring perubahan perilaku ibu hamil, serta penguatan pemanfaatan media edukasi pada kegiatan Posyandu sebagai upaya menjaga keberlanjutan program," katanya.
Tak lupa, Tim PkM juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh atas dukungan, fasilitasi, dan pendanaan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Semoga program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, memperkuat peran kader Posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan berbasis budaya. Serta menjadi model pendampingan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Desa Sukamulya maupun wilayah lain dengan karakteristik masyarakat yang serupa," kata Bdn. Silvia Widyani Heriyanti.
PAMOR, CIAMIS - Pengabdian kepasa Masyarakat (PkM) Internasional dilaksanakan oleh para Dosen
PAMOR, CILACAP – Puskesmas Cilacap Selatan II menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan
PAMOR, CILACAP – Dalam rangka memperkuat pengawasan terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan